Sederhana namun meriah. Itulah gambaran dalam acara syukuran ulang tahun ke 7 dari Bandung Blog Village (BBV), komunitas blogger tertua di Bandung. Bertempat di Taman Hutan Raya, Dago Pakar, kemeriahan itu berlangsung.
Suasana meriah dan keragaman budaya berbaur di pasar yang menjadi salah satu icon kota Semarang ini. Aneka jajanan mulai dari dim sum, nasi ayam, lontong cap go meh, lumpia, pisang plenet, tahu pong hingga es puter cong lik dijajakan di jajaran warung di kiri kanan jalan. Semuanya menggoda selera dan menggiurkan untuk dicicipi!
Bagai gadis desa, sajian dari Bali ini tampil alami dengan pesona rasa yang hebat. Kulit bebek goreng yang renyah kriuk-kriuk dan suwiran daging ayam yang pedas gurih plus sambal matah yang dahsyat menjadi sajian yang sangat menggairahkan. Suasana ‘hutan’ yang sejuk semilir pun melengkapi santapan eksotik ini!
Indonesia kaya ragam budaya dan kuliner bercitarasa tinggi. Salim Said, Dubes RI di Praha, meramu pakaian adat dan kuliner Indonesia menjadi promosi spektakuler.
Singgah di Warong ini bagai memasuki lorong waktu menuju kejayaan Batavia 80 tahun silam. Bukan hanya suasana ceria sebuah warung tetapi detil-detil sejarah membingkai sajian santapan serba prima. Dari dapur Shanghai, dapur seorang nyonya Betawi hingga dapur seorang peranakan dari Jawa Tengah. Semuanya menyatu dalam kelezatan yang unik dan penuh rasa.
Sekitar 65 orang warga Perum TAS I korban lumpur panas Lapindo, telah tiba di Jakarta.Jika tak ada tumpangan, terpaksa mereka menginap di tugu Proklamasi.