PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) akan mendatangkan gerbong kereta yang kursinya bisa dilipat dari Jepang. Langkah ini agar lebih banyak penumpang bisa diangkut KRL saat jam-jam sibuk.
Sejak tiket harian berjaminan (THB) diluncurkan pada 22 Agustus lalu, penumpang mengeluhkan antrean panjang di setiap stasiun. PT KAI memberikan pesan pada pelanggan.
Penggunaan Tiket Harian Berjaminan (THB) Commuter Line telah dilakukan sejak 6 hari lalu. Hingga saat ini, hanya 30% THB yang diuangkan kembali (refund) dari 300 ribu transaksi per hari. Di satu sisi, penjualan tiket Multi Trip malah meningkat 43%.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) bertekad memberi kenyamanan dan keamanan bagi para penumpang kereta. Salah satu yang dibenahi yakni stasiun. Sudah 64 stasiun yang ditata dan dibuat kinclong.
Hari ke-5 penerapan THB, banyak pengguna KRL yang masih bingung. Mereka banyak bertanya kepada petugas soal penggunaan tiket. Hal ini menyebabkan antrean mengular.
Dulu, berbagai jurus diterapkan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk menghalau atapers alias penumpang nekat yang gemar naik di atap KRL. Sudah 1 bulan ini, atapers tak terlihat.
Pengecekan ulang sistem sempat membuat tiket multitrip KRL tidak bisa digunakan. Petugas memberikan tiket kertas untuk mengantikan sistem ini. Namun sejak pukul 07.14 WIB semua sistem sudah normal lagi.
Tiket harian berjaminan (THB) KRL mulai digunakan hari ini. PT KAI Commuter Jabodetabek menyediakan 2 juta THB yang mengganti total tiket single trip sebelumnya.
Sistem tiket KRL menggunakan sistem tiket multitrip sempat mengalami gangguan di Stasiun UI dan Bogor. PT KCJ mengatakan gangguan ini disebabkan petugas mengadakan pengecekan sistem tiket multitrip.