Pemerintah Korut bersikeras untuk mendapatkan pengakuan sebagai negara berkekuatan nuklir. Hal tersebut bahkan dijadikan prasyarat bagi Korut untuk memulai kembali dialog dengan Amerika Serikat.
Korut mengaku bersedia melakukan dialog dengan AS dan Korsel, namun dengan sejumlah syarat. Salah satu syaratnya, yakni pencabutan sanksi yang diterapkan AS terhadap negara tersebut.
Sebuah helikopter militer AS jatuh di dekat perbatasan Korut saat berlangsung latihan militer gabungan AS-Korsel. Namun pejabat militer AS membantah heli tersebut merupakan UH-60 Black Hawk seperti yang disampaikan pejabat Korsel.
Sebuah helikopter militer Amerika Serikat jatuh dekat perbatasan Korea Utara (Korut). Helikopter tersebut berjenis UH-60 Black Hawk. Tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam insiden ini.
Korut kembali melontarkan retorika perangnya. Ditegaskan Korut, militernya siap menyerang semua pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah Asia Pasifik, termasuk Hawaii, Guam, juga Korsel.
Pemerintah Amerika Serikat mengaku siap melakukan pembicaraan dengan Korut. Namun Pyongyang harus mengambil langkah-langkah berarti untuk menghormati komitmen internasionalnya.