Petinggi PKS prihatin nama partainya ikut terguncang seiring pengusutan kasus pengaturan impor daging sapi yang melibatkan Luthfi Hasan Ishaaq di KPK. Mereka mulai bersuara tentang solusi penyelamatan partai.
Tingkat kehadiran anggota Dewan Perwakilan Rakyat di sidang penting ternyata masih tak kunjung berubah. Hari ini misalnya, sebanyak 263 anggota absen pada sidang paripurna yang membahas soal Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2014.
Rapat Paripurna DPR menunda keputusan penghapusan piutang non pokok bersyarat pada lima Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Rp 1,044 triliun. Ini karena beberapa anggota DPR meminta penjelasan lengkap soal penghapusan ini.
Kehadiran anggota DPR pasca diungkapnya data absensi ternyata masih rendah. Untuk rapat paripurna yang membahas RAPBN 2014, hanya 297 anggota yang hadir.
KPK akan memanggil Presiden PKS Anis Matta dan Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin. Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka kasus pencucian uang Ahmad Fathanah. Bagaimana tanggapan PKS?
Sudah bukan hal yang aneh kalau rapat paripurna DPR kerap sepi dari kehadiran wakil rakyat. Walau akhirnya kuorum, tetap saja dari 560 anggota DPR, rata-rata 150-200-an orang absen.
Tim Advokasi Penyelamatan Keuangan Negara menuntut pembubaran Badan Anggaran DPR ke Mahkamah Konstitusi (MK). Pimpinan DPR siap melaksanakan apapun keputusan MK.
PKS punya 3 kandidat capres dari internal yakni Anis Matta, Hidayat Nurwahid, dan Sohibul Iman. Namun PKS juga melihat Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres potensial.