Cawapres nomor urut 2, Hatta Rajasa menyebut keberhasilannya menuntaskan undang-undang, bibit unggul, serta pembangkit listrik sebagai inovasi yang membanggakan selama berkiprah sebagai Menteri Riset dan Teknologi (Menristek).
Jusuf Kalla menegaskan pembangunan sumber daya manusia sangat penting untuk memajukan Indonesia. Sumber daya alam Indonesia yang kaya harus disandingkan dengan sumber daya manusia yang baik.
Dari 7 hasil survei tersebut, 5 lembaga diantaranya menyebut pasangan Jokowi-JK unggul, yaitu Balitbang Kompas, IFES dan LSI, LIPI, LSI Denny JA, serta Indo Barometer. Sementara itu, 2 lembaga lainnya yang memprediksi kemenangan di tangan Prabowo-Hatta, yaitu Median dan LSN.
Survei Indo Barometer mencantumkan kategori asosiasi pemilih terhadap masing-masing capres. Hasilnya, para responden akan berpikir tegas ketika mendengar nama Prabowo Subianto.
ICW bersama dengan Koalisi Pendidikan menilai kebijakan pendidikan di Indonesia lebih berorientasi pada nilai-nilai pasar. Terlihat dari sistemnya yang lebih mengutamakan kompetisi, standardisasi dan penggunaan angka dalam penilaian.
ICW bersama dengan Koalisi Pendidikan menilai visi misi kedua calon presiden, baik Prabowo Subianto dan Joko Widodo, terkait pendidikan masih berdasarkan kuantitas, bukan kualitas.
Dua lembaga survei yaitu LSI dan LIPI merilis elektabilitas Jokowi-Jusuf Kalla unggul di atas Prabowo-Hatta. Juru Bicara Tim Kampanye Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto memaparkan beberapa faktor yang membuat survei tetap tinggi.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menyebut gagasan revolusi mental Jokowi-JK lebih dekat dengan ide komunis. Menanggapi hal itu, Wasekjen PDIP Hasto Kristyanto mengatakan Fadli Zon panik hadapi elektabilitas Jokowi-JK.