Keberadaan layanan instant messaging seperti BlackBerry Messenger, iMessage sampai What's App dinilai menghadirkan ancaman besar bagi layanan SMS. Sebab, konsumen mulai lebih banyak memakainya ketimbang berkirim SMS.
Kegiatan 'mencari' di internet mulai bergeser jadi 'bertanya'. Dan jawaban pun bermunculan dari sejumlah orang dengan sukarela. Dalam jejaring sosial, kombinasi dari jawaban ini dapat menjadi solusi dengan istilah 'crowdsourcing'.
Telkomsel berkolaborasi dengan Google meluncurkan Business Connect. Ini merupakan solusi konektivitas bisnis berbasis web lewat jaringan mobile broadband.
Pola komunikasi digital generasi muda perlahan mulai bergeser. Kini email tak lagi diminati, generasi muda pun lebih memilih chat melalui instant messaging dan SMS.
Facebook memperkenalkan sistem messaging baru yang disebut-sebut mengancam layanan email, tak terkecuali Gmail besutan Google. Menanggapi hal ini,bos Google tampak masih tenang-tenang saja.
Google berseteru dengan pemerintah Amerika Serikat. Raksasa internet ini melancarkan gugatan hukum melawan departemen pemerintah terkait sebuah kontrak yang diambil rival berat Google, Microsoft.