Salah satu sebab paling masuk akal absennya Presiden Jokowi di Sidang Umum PBB sejak 2014 adalah karakter pribadinya yang tak menyukai forum-forum multilateral.
Luhut mengatakan Jokowi berbahasa Inggris dengan lancar saat KTT G20. Logat Jawa yang kental tak menghambat interaksi Jokowi dengan pemimpin negara lainnya.