Amerika Serikat kembali mengirimkan dubesnya, Robert Ford ke Suriah setelah sebelumnya ditarik dengan alasan keamanan. Ford akan bertugas untuk memberikan laporan tentang situasi di Suriah.
Presiden Suriah Bashar al-Assad menolak bertanggung jawab atas tewasnya ribuan demonstran di negaranya. Assad mengaku tidak memerintahkan pasukannya untuk melakukan penindasan.
Menlu AS Hillary Clinton mendesak anggota oposisi Suriah untuk meyakinkan pihak minoritas bahwa hak-hak mereka akan dihormati jika rezim Presiden Bashar al-Assad berakhir. Beberapa kelompok minoritas khawatir pemerintahan baru akan didominasi oleh muslim Sunni.
Suriah akhirnya menerima para pemantau independen Liga Arab untuk masuk ke negaranya. Sementara kelompok HAM Suriah melaporkan 34 warga sipil tewas dan mayat mereka dibuang di alun-alun Kota Homs.
Pemerintah Suriah akhirnya memutuskan untuk mengizinkan para peninjau Liga Arab masuk ke negara tersebut. Sikap ini sangat berbeda dengan sikap Suriah sebelumnya yang sempat menolak para peninjau bahkan mengabaikan ultimatum Liga Arab.
Sejumlah pemimpin dunia terus mendesak Presiden Suriah Bashar al-Assad mundur. Namun pemerintah Irak mengingatkan, Timur Tengah bisa dilanda pertumpahan darah jika Assad terguling.
Kepolisian Suriah menangkap seorang blogger wanita. Diduga, ini terkait postingan sang blogger yang menyentil kepolisian paska pecahnya gelombang protes besar-besaran yang mengecam Presiden Bashar al-Assad.