Seorang anak berumur 14 tahun di India akan menjalani aborsi setelah hamil akibat diperkosa seorang dokter. Aborsi dilakukan karena kondisinya tidak fit.
Komplikasi kehamilan meningkat jika di kehamilan sebelumnya terjadi aborsi. Ini berdasar studi yang di Journal of Maternal-Fetal and Neonatal Medicine.
Sebagai salah satu rumah sakit rujukan nasional, RS Dr Sardjito ternyata tak luput dari upaya pencatutan. Modus terbanyak adalah penipuan berkedok dokter.
Media sosial kerap dimanfaatkan orang tak bertanggung jawab untuk raup untung. Yang terbaru, seseorang mengaku dokter kandungan tapi memberikan layanan aborsi.
Sebuah akun di Facebook mengaku sebagai dokter kandungan di RS Dr Sardjito Yogyakarta. Dengan memasang logo UGM, akun ini terang-terangan tawarkan obat aborsi!
Pemberian alat KB atau kontrasepsi jangka panjang seperti Intrauterine device (IUD) dan implan kepada remaja terbukti turunkan angka kejadian aborsi di Amerika