Lima puluh tahun lalu, prajurit AS, Charles Robert Jenkins, pergi meninggalkan Korsel menuju ke Korut dan menjadi bintang, bergabung dengan tiga pembelot lainnya.
Korut memperingatkan AS bahwa mereka siap menggunakan senjata nuklirnya. Hal ini jika AS tetap melanjutkan kebijakan permusuhan terhadap rezim Kim Jong Un.
Pria Korsel yang menyerang Dubes AS Mark Lippert dinyatakan bersalah atas dakwaan percobaan pembunuhan. Pria ini divonis 12 tahun penjara oleh pengadilan.
Perekonomian global masih menunjukan kondisi yang tidak menggembirakan. Perlambatan ekonomi dihadapi oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.
Dialog Korut-Korsel untuk meredakan ketegangan digelar maraton. Presiden Korsel Park Geun-hye bersikeras agar Korut meminta maaf atas insiden ledakan ranjau.