Tarif impor AS yang baru dapat menjadi peluang bagi Indonesia. Ekonom HSBC, Pranjul Bhandari, menilai Indonesia bisa untung jika memanfaatkan situasi ini.
Pemerintah Indonesia berupaya negosiasi dengan AS untuk menurunkan tarif impor 19% yang diterapkan Trump, berharap beberapa komoditas bisa bebas tarif.
Donald Trump memperketat celah sanksi demi memutus sumber dana bagi mesin perang Rusia. Sanksi sekunder itu menyasar dua negara besar, India dan China.
Tarif impor 10% hingga 50% mulai diberlakukan untuk produk yang dikirimkan ke AS dari mitra dagang utama, termasuk Uni Eropa, India, Brasil, Korsel dan Jepang.
Mantan Ibu Negara Korsel, Kim Keon Hee, meminta maaf dan menyebut dirinya "bukan siapa-siapa" saat diperiksa oleh penyidik atas serangkaian tuduhan korupsi.
Tarif impor resiprokal 19% untuk produk Indonesia mulai berlaku. Ketua LPS menilai kebijakan Trump tetap menguntungkan Indonesia dan dorong efisiensi produksi.