Kelompok separatis Yaman menolak mundur dari wilayah mereka setelah serangan koalisi Saudi. Mereka mempertahankan posisi dan siap memberikan perlawanan.
Korsel berencana mengakuisisi 20.000 drone militer low cost dan melatih 500.000 "prajurit drone" untuk mengoperasikan drone sebagai "senjata pribadi kedua".