Raut wajah Abraham Samad tegang. Tidak seperti tiga pimpinan KPK lainnya, ekspresi tegang lebih banyak terlihat pada raut wajah Ketua KPK ini saat Komite Etik membacakan hasil investigasinya.
Komite Etik KPK merampungkan tugasnya. Keputusan ringan hingga berat diambil terkait kasus bocornya konsep Sprindik Anas Urbaningrum. Keputusan itu dibacakan anggota Komite Etik KPK secara bergantian.
Komite Etik KPK menilai Abraham Samad lalai selaku pimpinan KPK. Dia tak bisa melakukan pengawasan pada sekretarisnya, Wiwin Suwandi, sehingga sejumlah informasi bocor ke pihak luar.
Komite Etik KPK mengumumkan hasil pemeriksaan atas kasus bocornya konsep sprindik Anas. Komite etik KPK mengungkap fakta bahwa Wiwin Suwandi, ajudan Samad, mengirim pesan BBM ke Irman Putra Sidin.
Panitia seleksi calon penasihat KPK meminta tambahan waktu untuk melakukan seleksi terhadap 35 calon yang telah dinyatakan memenuhi syarat administratif. Tambahan waktu yang dibutuhkan kurang lebih sepekan.