Alih-alih menyelesaikan masalah, menyangkal aksi teror sebagai tidak ada kaitannya sama sekali dengan (tafsir) agama ibarat menyimpan bara dalam sekam.
Serangan bom bunuh diri di Surabaya oleh keluarga: ayah, ibu, dan melibatkan anak-anak di bawah umur, menunjukkan perubahan besar dalam peta aksi teror.
Sembari mengutuk aksi teror, menyatakan duka cita, dan merawat korban luka-luka kita perlu memikirkan lebih serius penanganan terhadap aksi-aksi terorisme.
Pasutri Dita Oepriarto dan Puji Kuswati merupakan pelaku di balik pengeboman tiga gereja di Surabaya. Berikut fakta-fakta pasca bom di Surabaya sejauh ini