Sejumlah oknum anggota Batalion Artileri Medan 76/15 Tarik Martapura pagi tadi menyerbu Markas Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Walhasil, markas korps baju cokelat itu babak belur.
"Ada 16 tahanan yang lepas, 16 orang dan enam orang dititipkan di Koramil. Pelayanan untuk sementara waktu dialihkan ke polsek-polsek terdekat," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Suhardi Alius.
"Presiden memberi arahan kepada Kapolri agar mengirim tim investigasi dan menindak tegas mereka yang terbukti terlibat. Pangdam dan Kapolda segera turun tangan langsung mengatasi situasi," kata Jubir Kepresidenan Julian Aldrin Pasha.
"Empat orang terluka dan dua luka parah, belum ada yang meninggal. Kapolsek Martapura kritis, luka karena ditusuk," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Suhardi Alius.
Markas Besar Polri menyesalkan tindakan yang hampir 100 orang oknum prajurit TNI yang membakar Mapolres Ogan Komering Ulu, Sumsel. Tindakan brutal tersebut dinyatakan tanpa diketahui pimpinan mereka.
'Penyerbuan' dan pembakaran Polres OKU oleh sekelompok anggota TNI tak hanya berakibat pada kerusakan kantor, tapi juga korban luka. Ada 8 orang terluka, mulai dari aparat polisi, TNI, hingga masyarakat sipil.
"Saya desak Mabes Polri dan Mabes TNI segera ambil langkah cepat dan tegas serta bentuk tim gabungan pencari fakta," Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq.
Polisi dan TNI menyebut pemicu pembakaran Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan adalah masalah pribadi anggota. Pelanggaran lalu lintas, perkelahian, dan hinaan sebagai latar belakangnya. Berikut cerita lengkapnya.
Penyerangan di Polres Ogan Komering Ulu (OKU) yang melibatkan oknum TNI membuat terkejut KSAD Jenderal Pramono Edhie Wibowo. TNI AD akan mencari pelaku penyerangan dan membentuk tim investigasi.