Penyelidikan BBC menunjukkan bukti baru bahwa drone yang dioperasikan Uni Emirat Arab (UEA) menghantam akademi militer di Libya dan menewaskan 26 taruna.
Sebuah unggahan disertai foto pembongkaran peti hingga kafan jenazah bayi di Medan viral. Pengunggah menyebut bayi itu meninggal bukan karena COVID-19.