Sebenarnya jadwal jelajah Belitung Timur tidak ada dalam daftar kami di tanggal 29 September 2010, bahkan seharusnya kami sudah di Pulau Bangka. Tetapi mana mungkin melewatkan kesempatan ketika masih di Negeri Laskar Pelangi ini?
Sejumlah tawaran-tawaran kemitraan non waralaba bidang makanan minuman skala kecil dengan ukuran booth-booth minimalis kini semakin marak. Salah satunya yang ditawarkan oleh Revo, dengan modal cukup ringan.
Sesekali, khususnya menjelang akhir pekan, saya tidak menulis review tentang salah satu tempat makan, tetapi tentang pengalaman makan-makan di satu kota yang pernah saya kunjungi. Kita mulai dengan cerita tentang makan-makan di Dili, Timor Leste.
Siapa sangka ternyata Indonesia punya burger. Karena dagingnya dimasak memakai batok kelapa jadilah namanya burger batok. Apalagi mulai dari roti, saus mayones, daging burger, dan saus BBQ semuanya dibuat serba home made. Hmm... coba yuk!
Kairo belum lengkap dijelajahi jika tidak menyempatkan diri mampir di Khan El Khalili, sebuah pasar yang menjual berbagai barang menarik khas Negeri Piramid ini.
Cak Topa, alias Mustofa, adalah mantan pekerja seni yang banting setir menjadi penjual makanan. Citarasa bebek masakannya empak dengan bumbu meresap hingga ke serat-serat dagingnya. Tak heran pelanggannya pun terus bertambah.
Ibu asyik melayani pembeli, anak sendiri terlupa untuk diawasi. Balita 2,5 tahun asal Pamekasan mengalami luka bakar di bagian paha setelah tersiram air panas.
Peredaran materai palsu marak terjadi di kantor Samsat B Ketintang, Surabaya sejak 6 bulan lalu. Sebelum peredaran materei palsu itu meluas, anggota unit reskrim Polsek Gayungan menangkap 2 wanita penjual materai palsu.