PLN akan mendapatkan marjin usaha 3 persen dari subsidi listrik yang dikelolanya tahun 2010. Marjin ini penting agar PLN bisa dipercaya di mata kreditor.
Pemerintah mengajukan subsidi listrik untuk tahun berjalan 2010 sebesar Rp 43,5 triliun, termasuk margin PLN 3%. Subsidi ini lebih rendah dari subsidi tahun berjalan 2009 Rp 51,94 triliun.
PLN kembali meminta margin dari penjualan listriknya. PLN mengaku membutuhkan margin untuk memperbaiki rasio kelayakan BUMN listrik itu di mata para obligor.
Krisis listrik di Batam yang berlangsung sejak akhir April lalu disebabkan oleh berkurangnya pasokan gas yang digunakan sebagai sumber energi pembangkit PT PLN Batam, dari semula 40 mmBtu menjadi hanya 17,2 mmBtu.
Kementerian Negara BUMN meminta PLN untuk memperluas konsep regionalisasi listrik. Dengan begitu, bisa terpetakan mana daerah yang layak disubsidi dan yang tidak.
PLN menargetkan penurunan penggunaan BBM (Bahan Bakar Minyak) untuk pembangkit listriknya sampai 18% di 2009 ini. Pada tahun 2008, porsi penggunaan BBM untuk pembangkit sebesar 24%.
Kapasitas listrik PLN untuk seluruh Indonesia hanya 30 ribu MW. Tak heran, meski sudah 63 tahun lebih, seluruh wilayah di Indonesia belum sepenuhnya bisa dialiri listrik oleh PLN.
PLN menandatangani dua buah perjanjian kredit untuk pendanaan 13 proyek PLTU 1.000 MW senilai Rp 4,732 triliun dengan menggandeng 23 Bank Pembangunan Daerah (BPD).