Banjir yang terjadi di Kota Pahlawan beberapa hari lalu menjadi inspirasi tersendiri bagi mahsiswa Stikosa AWS. Untuk 'mengenang' peristiwa itu, para mahasiswa menggelar pameran foto instalasi dan happening art.
Membuat es batu ternyata tidak melulu dengan bentuk kotak. Kini sudah banyak sekali cetakan es batu dengan bentuk-bentuk yang cantik. Bahkan ada es batu yang bisa digunakan sebagai pengaduk minuman juga lho!
Bertualang ke dunia lain, dunia yang bisa menghilangkan stres, kepenatan kota, dan segala masalah. Ini adalah pertama kali saya menyelam, dan ya, saya ketagihan!
Bagi penyelam yang hobi fotografi, lokasi-lokasi penyelaman di Laha ini memang merupakan pilihan yang cocok. Dengan tipe "macro diving", tidak banyak coral wall warna-warni menghiasi melainkan hanya pasir putih bercampur lumpur dan konturnya cenderung datar atau rata. Namun, makhluk-mahkluk hidup yang kecil dan unik banyak hidup di sini.
Sotong yang berubah warna, mahkluk mini yang raksasa dan sepasang monster bertangan delapan, semuanya menjadi kawan baru kami di dunia bawah laut Pulau Selayar.
Tidak ada satupun manusia yang mau disamakan dengan binatang, baik kera maupun spesies yang lain. Di antara semua makhluk hidup, manusia mempunyai keunikan-keunikan yang membuatnya sangat istimewa.
Penduduk setempat menyebutnya Pulau Smackdown yang sebenarnya pelesetan dari Semak Daun. Pagi itu walaupun cuaca tidak terlalu bersahabat kami tetap melanjutkan perjalanan. Hujan tidak mengendurkan semangat kami, dengan kapal kayu bermotor ukuran kecil kami pun pergi ke pulau tersebut.
Pulau Lingga adalah tujuan kami di hari keempat, karena hari ini berhubungan dengan peringatan G/30/S, aku akan mengunjungi situs-situs bersejarah di Pulau yang diakui sebagai Bunda Tanah Melayu.