Pro dan kontra yang menyelimuti konser Lady Gaga di benua Asia, khususnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta pada 3 Juni 2012 mendatang, mendorong Troy Carter selaku manajer Gaga untuk buka mulut di ajang konferensi musik yang digelar di Singapura pada Kamis (24/5) ini, seperti dilansir AFP.
Kendati menuai polemik banyak pihak, promotor Lady Gaga tampaknya terus mengupayakan agar konser artis asal Kanada itu bisa digelar di Indonesia. Terkait perizinan dari beberapa instansi, Mabes Polri menyatakan hal tersebut sudah diterima.
Akhirnya, sekitar 50 wanita cantik yang mengenakan polo shirt ketat dan hot pants beraksi di Bundaran HI setelah massa HTI selesai berdemo di tempat yang sama. Aksi ini membuat lalu lintas di HI tersendat.
Menko Polhukam Djoko Suyanto tidak mempersoal adanya massa FPI yang mempunyai tiket konser Lady Gaga. Hanya saja, kepada si pemegang tiket diingatkan agar tidak melontarkan ancaman.
Menko Polhukam Djoko Suyanto meminta agar masyarakat saling menghormati terkait konser Lady Gaga. Bagi yang suka dipersilakan menonton, kalau tidak suka sebaiknya jangan menonton.
Penyanyi kontroversial Lady Gaga lebih memilih untuk membatalkan jadwal konsernya daripada harus membuat perubahan-perubahan untuk menenangkan kelompok-kelompok tertentu. Wah!
Wakil Ketua Komisi IX, Irgan Chaerul Mahfiz, meminta Menakertrans tak mengeluarkan rekomendasi izin konser Lady Gaga. Konser itu dipandang lebih banyak mudharatnya.
Puluhan pemuda dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menggelar demo anti konser Lady Gaga di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Tak jauh dari mereka terdapat puluhan wanita cantik yang antre berdemo di lokasi yang sama.
Konser penyanyi Lady Gaga masih menjadi polemik. Terjadi pro kontra terhadap keberadaan konser penyanyi asal Amerika itu. Wakil Ketua DPR, Anis Matta, meminta semua pihak menyerahkan masalah konser ke pihak kepolisian.