Presiden SBY terus berharap agar konflik di Suriah segera selesai. Tidak ada pengerahan militer asing ke negara tersebut. Jika solusi damai yang dipilih, SBY mengatakan Indonesia siap menempatkan TNI di Suriah sebagai peace keeping force.
Setelah Iran, kini China yang menyampaikan tanggapan soal usulan Rusia soal penyerahan senjata kimia Suriah. China mendukung penuh usulan Rusia yang bertujuan menghindarkan serangan militer ke Suriah.
Kelompok oposisi Suriah mengecam usulan Rusia untuk menghancurkan senjata kimia milik rezim Suriah. Disebutkan bahwa usulan itu semata-mata "manuver politik" untuk mencegah aksi militer AS.
Saat membuka rapat terbatas dengan sejumlah menteri soal ekonomi, Presiden SBY menyampaikan kabar baik soal perbaikan ekonomi, setelah beberapa waktu terakhir sempat terguncang.
Otoritas Iran menyambut baik usulan Rusia soal penyerahan senjata kimia Suriah untuk dihancurkan. Namun Iran juga meminta agar senjata kimia yang ada di tangan pemberontak ikut dihancurkan.
Pemerintah Iran menentang keras rencana aksi militer Amerika Serikat ke Suriah. Diiingatkan bahwa aksi militer itu akan memicu "krisis yang lebih dalam" dan "mengobarkan perang regional".
Para pemberontak di Suriah dikabarkan tengah bersiap untuk menyerang Israel dengan senjata kimia. Serangan itu akan dilancarkan dari wilayah-wilayah yang berada di bawah kendali pasukan rezim Suriah.
Presiden AS Barack Obama menyebut usulan Rusia soal penyerahan senjata kimia Suriah sebagai terobosan penting. Namun Obama memperingatkan belum membatalkan rencana aksi militer tersebut.
Sekjen PBB Ban Ki-moon menyerukan kepada Suriah untuk menghancurkan senjata kimia miliknya. Hal ini pasca Rusia mengajukan proposal agar Suriah menyerahkan senjata kimianya.