Tidak ada satu orang pun pengelola Rusun Marunda yang ada di tempat ketika Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo melakukan peninjauan ke sana. Dia menduga mereka ketakutan karena dikejar-kejar warga yang menagih hak tinggal.
Praktek percaloan di Rusun Marunda, meski terselubung namun mudah ditemukan. Unit rusun murah yang diperuntukkan bagi warga berpenghasilan rendah, justru disewakan bahkan dijual dengan harga tinggi.
"Mereka ini kan banyak yang belum dapat kamar, ada yang sudah dapat antrian tapi belum dapat kunci. Lha di sini nggak ada petugasnya, ya saya handle," kata Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Rusun Marunda, Jakarta Utara.
Gubernur Jokowi lagi-lagi berkunjung ke rumah susun Marunda. Sambil berjongkok, Jokowi mendengarkan keluhan warga mengenai sulitnya mendapatkan tempat di rusun yang disubsidi pemerintah tersebut.
Sejak awal setelah dilantik, Gubernur DKI Jokowi menginginkan semua rusun subsidi terisi penuh. Dia juga meminta rusun segera diperbaiki jika ada kerusakan.
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, mengaku telah mengantongi nama para oknum yang diduga sebagai otak percaloan Rusun Marunda, Jakarta Utara. Akan ada pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikannya.
"Kita sedang siapkan untuk bangun rumah di sana (sekitar waduk) bagi warga yang tidak mau ke Marunda," jawab Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama.
Seorang warga Marunda bernama Slamet mengadu ke Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Dia mengadu karena merasa dipersulit untuk mendaftar menjadi penghuni rumah susun.
Dishub DKI ingin kapal yang melayani warga Rusun Marunda di pesisir Laut Jakarta bisa masuk melayani warga DKI hingga Kanal Banjir Timur (KBT). Namun, Dishub DKI minta Dinas PU mengendalikan tinggi muka air agar tak bernasib sama dengan Waterway.