Polisi tidak akan menahan PDF (12), pelaku teror bom di Hotel Sheraton Bandung, Selasa (21/7/2009) pagi, karena pertimbangan kondisi dan usia si pelaku.
Penangkapan PDF (12), pelaku teror bom di Hotel Sheraton, Jalan H Djuanda, Bandung, mengejutkan anggota kepolisian sendiri. Awalnya polisi mengira pelaku adalah profesional.
Kurang dari 12 jam polisi berhasil meringkus pelaku teror peledakan bom di Hotel Sheraton di Jalan H Djuanda, Selasa (21/7/2009) pagi. Pelaku diduga mengalami autisme dan masih 12 tahun.
Ancaman bom kembali terjadi di Kota Bandung. Setelah tadi pagi Hotel Sheraton diancam bom, Selasa siang (21/7/2009), showroom dan juga bengkel Tunas Daihatsu, Jalan Soekarno Hatta 108, diancam teror bom.
Setelah disisir hampir tiga jam lamanya, Tim Gegana Polda Metro tidak menemukan benda yang mencurigakan di Wisma Bakrie 1 dan 2. Polisi berjanji akan segera memburu pelaku penebar teror tersebut.
Isu adanya ancaman bom di Hotel Sheraton Bandung Selasa pagi, ternyata benar adanya. Kapolwiltabes Bandung Kombes Pol Imam Budi Supeno menyatakan penyisiran tim gegana ke Sheraton karena dapat laporan adanya ancaman bom ke hotel itu.
Isu adanya ancaman bom di Hotel Sheraton Bandung makin kuat saat tiga unit mobil Gegana Polda Jabar datang ke hotel dan melakukan penyisiran. Namun pihak hotel keukeuh membantahnya. Hal itu dikatakan hanya prosedur keamanan.
Hingga kini masih menjadi tanda tanya besar mengapa bom atau bahan peledak yang dibawa pelaku peledakan bom bisa lolos di Hotel JW Marriott Jakarta. Padahal, pemeriksaan sudah dilakukan dua kali.