Setelah Geely mengambil alih Volvo, pabrikan mobil China lainnya, BYD ternyata juga sudah siap menginvasi merek mobil international yang mobilnya sering digunakan Paus di Vatikan, Maybach.
Negeri tirai bambu, China memang gudangnya barang-barang murah. Tidak hanya elektronik saja yang murah, mobil pun bahkan dijual dengan harga yang miring disana.
Pesatnya perkembangan mobil listrik di China membuat produsen mobil asal German, Daimler latah untuk bermain di segmen itu. Untuk menjalankan misinya tersebut, Daimler pun bekerja sama dengan pabrikan mobil lokal, BYD.
China tidak ingin kalah dengan Jepang dan Amerika. Lihat saja ulah para produsen mobilnya, BYD bahkan ingin menjadi produsen mobil terbesar di dunia pada tahun 2025 mendatang.
Meski Nokia memastikan belum ada korban atas beredarnya 14 juta charger yang bisa membuat pengguna tersetrum listrik, tetap saja konsumen harus waspada. Simak tips singkat mengenali charger bermasalah tersebut.
Sebanyak 14 juta charger Nokia yang diduga dapat membuat pengguna tersetrum dikhawatirkan juga beredar di Indonesia. Mengambil langkah taktis, perwakilan sang vendor ponsel raksasa ini di Tanah Air pun membuka tempat pengaduan charger nyetrum tersebut.
Vendor ponsel terbesar dunia Nokia, mengadakan program penarikan alias recall besar-besaran untuk sejumlah 14 juta charger ponsel bermasalah. Menurut Nokia, charger tersebut berisiko membuat pengguna tersetrum listrik.
BRI kembali menjadi satu-satunya wakil Indonesia dalam jajaran 'Asian Fabulous 50' atau Daftar 50 Perusahaan Hebat versi Majalah Forbes. BRI bersaing dengan raksasa-raksasa perusahaan publik Asia lainnya.
Pabrikan mobil asal China, BYD, sepertinya kini sudah cukup percaya diri. Buktinya, salah satu pabrikan terbesar di China ini ternyata sudah memiliki rencana untuk memasukkan varian mobil listrik mereka ke pasar Amerika.