Pemerintah AS mengecam aksi penyerangan gedung Kedubes Inggris di Teheran, Iran. Bahkan Menlu AS Hillary Clinton menyebut serangan itu sebagai penghinaan bagi komunitas internasional.
Pengunjuk rasa Iran menyerang dua orang diplomat Inggris, melempar jendela, membakar mobil dan bendera Inggris di Teheran. Aksi ini dilakukan menyusul sanksi ekonomi yang diberikan oleh London kepada Iran.
Menlu AS Hillary Clinton mendesak Iran untuk segera merespons laporan IAEA mengenai program nuklirnya. Dikatakan Hillary, AS terus berkonsultasi dengan sekutu-sekutu mengenai nuklir Iran.
AS menuding Iran terlibat plot pembunuhan Dubes Arab Saudi. Namun Presiden Mahmoud Ahmadinejad mencetuskan, tuduhan itu sama dengan klaim AS soal senjata pemusnah massal di Irak yang terbukti salah.
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad kembali melontarkan pernyataan keras terhadap Amerika Serikat. Ahmadinejad menuding AS mencoba menciptakan ketegangan antara Iran dan Arab.