Go-Jek, GrabTaxi, dan Uber berlomba-lomba membantu evakuasi warga dari tempat kejadian teror bom Sarinah dengan tawaran diskon hingga menggratiskan layanan. Namun sayangnya, tak semua pelanggan merasa happy.
Bagi masyarakat yang ingin evakuasi ke tempat yang aman dan kesulitan mendapatkan akses transportasi karena tragedi ledakan di Sarinah, bisa menggunakan layanan ojek digital Go Jek secara gratis.
Aplikasi dan sistem Go-Jek sempat dilaporkan memiliki bug (celah) yang sangat berisiko pada kebocoran data pengguna. Meski pihak Go-Jek sudah memastikan aplikasinya aman, Menkominfo Rudiantara tak tinggal diam.
Di tengah isu bolongnya sistem aplikasi ojek digitalnya, manajemen Go-Jek akhirnya angkat suara. Mereka memastikan bahwa layanan aplikasi yang dikelola dan dikembangkannya aman.
Masalah privasi dalam menggunakan layanan online adalah hal sangat serius. Layanan pemesanan kendaraan online Uber misalnya, baru saja kena denda senilai ratusan juta rupiahterkait kasus privasi.
Sebagai startup lokal fenomenal, Go-Jek layak didukung. Namun hal ini tentunya juga harus disertai dengan usaha dari layanan ojek digital tersebut untuk memperkuat sistem keamanannya, jangan cuma mendadani aplikasinya dengan beragam fitur.