Kurniawan dikeroyok warga gara-gara mencuri helm milik anggota TNI di Tebet, Jaksel. Pria berusia 19 tahun itu mengaku nekat mencuri helm untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Aparat gabungan Subdit Resmob Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Utara telah menangkap lima pelaku pengeroyok anggota Armabar, Kelasi Arifin Siri, dalam dua pekan terakhir.
Penyerangan geng pita kuning yang diduga dilakukan oknum TNI telah terorganisir dan terencana. Serangkaian penyerangan yang dilakukan di Jakarta Utara dan Jakarta Pusat itu diduga dipimpin oleh oknum perwira TNI AL.
TNI dan Polri tengah bekerjasama menyelidiki dalang pengirim SMS yang berisikan seruan untuk berkumpul di lapangan Monas, Jakarta Pusat pada pada 12 April malam sebelum melakukan tindakan kekerasan.
Hanya segelintir anggota TNI yang dikirimi SMS untuk diajak kumpul di Monas untuk aksi turun ke jalan. Anggota TNI yang menerima SMS tersebut, termasuk 4 oknum TNI yang ditahan, adalah rekan-rekan seperkumpulan Kelasi Arifin.
Aksi brutal yang dilakukan ratusan oknum anggota TNI dikoordinir oleh seseorang melalui SMS pada 12 April malam. Otak pengirim SMS itu pun kini dicari.
4 Oknum anggota TNI dari geng pita kuning yang sudah ditahan ikut beraksi turun ke jalan karena menerima SMS perintah dari seseorang. Mereka menerima SMS untuk berkumpul di Silang Monas pada 12 April 2012, pukul 21.00 WIB.
Pangdam Jaya, Mayjend TNI Waris, meminta agar jajaran Polda Metro Jaya untuk tidak takut dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat. Ia juga meminta agar polisi dapat segera mengusut kasus geng motor brutal.