Sejarah nabi Muhammad dalam mengembang misi peradabannya ialah karena secara geopolitik ia berada di antara dua kekuatan raksasa yang saling berebutan pengaruh.
Mengelola masalah luas dan kompleks memerlukan dua arah penyelesaian yang bertemu pada titik temu antara pengelola negara dan masyarakat dalam tata dan tatap.
Ketika melihat perempuan, para misoginis hanya melihat ke dadanya saja, tak melihat perempuan sebagai manusia yang bukan hanya punya tubuh, namun juga nilai.