Politik identitas Islam di Indonesia saat ini berada dalam kerentanan etis: akankah ia jadi variabel positif kehidupan bersama, atau jadi variabel konflik?
Dalam banyak kasus, gerakan populis--seperti Aksi dan Reuni 212--rentan tergelincir menjadi eksklusif. Ada pembedaan secara tegas antara "kami" dan "mereka".
Aksi 212, yang selama ini digelar di seputar Monas, bisa meluas sampai ke Istana Negara. Ide ini diungkapkan PKS dan disambut oleh Persaudaraan Alumni 212.