Perkembangan teknologi digital mengubah perilaku keuangan generasi muda. Di tengah meningkatnya pindar, literasi keuangan dan pengelolaan finansial penting.
IARFC Indonesia menyatakan gerakan gagal bayar pinjaman online bukan hal baru, telah ada sejak 20 tahun lalu, awalnya terjadi pada kartu kredit dan KTA.
Krisis global akibat konflik Timur Tengah dorong 12 negara ajukan pinjaman baru. IMF proyeksikan kebutuhan dana hingga US$ 50 miliar untuk mitigasi dampak.