'Turunkan SBY!' Begitu orasi mahasiswa yang berdemo di depan Istana Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Demo mahasiswa ini sempat ricuh. Dua orang pendemo pun ditangkap.
Massa yang menolak pelantikan Nurmahmudi Ismail sebagai Walikota Depok, terlibat bentrok dengan polisi. Setelah polisi memberikan tembakan peringatan, terjadi perang batu yang melukai wartawan.
Aksi unjuk rasa warga Desa Medali, Kecamatan Puri, Mojokerto terlibat bentrok dengan aparat kepolisian. Warga yang datang ke Pemkab Mojokerto menuntut penutupan pabrik pengolahan karet PT Bumi Nusa Makmur.
Jajaran Kepolisian Daerah Metro Jaya bersiap mengamankan peringatan Hari Anti Korupsi yang jatuh pada Kamis, 9 Desember 2010 besok. Peringatan tersebut akan diramaikan oleh 500 pendemo.
Masa kerja SBY-Budiono juga masih tersisa 4 tahun lagi. Masih banyak hal yang dapat diperbaiki. Kita tunggu saja hasilnya. Karena, Indonesia adalah negara demokrasi. Bukan negara demonstrasi. Apalagi demonstrasi anarkis.
Isu demonstrasi besar yang berniat untuk menggulingkan pemerintahan SBY pada 20 Oktober kemarin ternyata tidak terbukti. Meski ada kericuhan di sejumlah tempat, penyaluran aspirasi dengan massa banyak di jalan-jalan masih dinilai kondusif.
Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi menilai demonstrasi 20 Oktober 2010 masih dalam taraf wajar. Jika ada gesekan-gesekan, hal itu wajar terjadi jika massa berkumpul.
Sebagian pendemo di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat mulai membubarkan diri. Secara bergerombol, para demonstran itu berjalan kaki lewat Jalan Medan Merdeka Barat menuju Jalan MH Thamrin.
Sebanyak 250-an petani penggarap lahan yang tergabung dalam Yayasan Tanah Leluhur (YTL) Sumenep, Madura menggelar demo di depan kantor DRPD setempat. Petani dan polisi terlibat adu dorong dan saling pukul.