Menjelang Pilkada 2020, Twitter telah menjadi tujuan bagi masyarakat untuk mencari tahu berita terkini tentang kandidat, partai politik, dan berbagai topik.
CEO Twitter Jack Dorsey dan CEO Facebook Mark Zuckerberg bicara soal platform mereka yang memberikan label informasi salah pada konten dari Donald Trump.
Twitter sering dikritik karena sistemnya yang beberapa kali dijebol hacker, yang membuat mereka merekrut seorang hacker terkenal untuk menjadi bos keamanannya.
CEO Twitter Jack Dorsey disemprot Partai Republik AS karena melabeli cuitan Trump sesat tetapi tidak melakukan apa-apa pada tweet China terkait COVID-19.
Bos media sosial meliputi Twitter, Facebook, dan Google dipanggil Komite Perdagangan Senat AS. Ketiganya dipanggil terkait tudingan bias anti-konservatif.