Harga converter kit yang cukup mahal menjadi salah satu penyebab rendahnya pemilik kendaraan, khususnya di Jakarta, masih minim menggunakan bahan bakar gas (BBG).
Pengelola SPBG mengakui minat pemilik kendaraan, khususnya di Jakarta, untuk mengganti bahan bakar kendaraan dari minyak ke gas masih sedikit. Apa sebabnya?
Manurung, sopir angkot jurusan Mekarsari-Pasar Minggu, baru merasakan nikmatnya menggunakan BBG. Setiap bulan paling tidak ia menghemat Rp 3 juta dari biaya bahan bakar.
Program pemerintah pusat mengkonversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) gagal total. Hal ini membuat Wagub DKI Jakarta Ahok angkat bicara.