Pemerintah sangat percaya diri dengan stok beras akhir tahun di gudang Bulog yang mencapai 1,8 juta ton. Beras-beras itu diantaranya berasal dari beras impor.
Sebanyak 10 ribu ton beras impor didatangkan Bulog Subdivre V Malang sebagai cadangan memenuhi distribusi beras miskin (raskin) di wilayah kerjanya. Beras impor itu diambil dari gudang bulog di Pelabuhan Tanjung Perak.
Imbas langsung dari derasnya beras impor yang dilakukan oleh Perum Bulog membuat para pedagang beras takut berspekulasi, ini membuat harga beras berangsur turun.
Baru-baru ini Thailand membatalkan impor 580.000 ton berasnya ke Indonesia. Perdana menteri Yingluck Shinawatra menganggap harga jual beras ke Indonesia terlalu murah.
Kebakaran menghanguskan sebuah gudang di Jalan Kalianak Barat 68 A. Api yang membakar gudang diduga berasal dari sampah yang dibakar kemudian merembet membakar ilalang dan akhirnya membakar gudang.
Harga beras di pasar masih menunjukan tren peningkatan harga. Bahkan hingga pekan pertama September 2011, harga beras umum berada di posisi Rp 9.535 per kg hampir mendekati Rp 10.000 per Kg.
Bulog harusnya menyerap beras-beras petani lokal. Namun kenyataannya hampir seluruh beras di salah satu gudang besar Bulog di Sidoarjo dipenuhi oleh beras impor.
Kelakuan para kuli angkut raskin di Gudang Bulog Kalianget, Sumenep, Madura tak patut ditiru. Para pekerja tega mencuri raskin dengan cara melubangi karung sak raskin dengan gancu, lalu beras dipindahkan sebagian ke sak lain.