Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Sumatera Utara (Sumut) dan Riau, menyebabkan 233.158 orang hingga saat ini masih berada di pengungsian.
Banjir yang kian meluas di 7 kabupaten di Riau merupakan bukti kuat gagalnya pemerintah daerah dalam menjalankan program reboisasi. Dana reboisasi banyak dikorupsi pejabat di Riau.
Kawasan yang terkena banjir di Riau terus meluas. Sedikitnya 7 kabupaten kini tergenang. Belasan ribu rumah penduduk terendam air. Namun belum ada korban jiwa dalam bencana ini.
Sedikitnya 4 kabupaten di Riau kini dilanda banjir. Daerah paling parah yang terkena bencana ini yakni Kabupaten Kampar. Tercatat lebih dari 10 ribu rumah terendam.
Banjir di Riau kian meluas. Desa Tanjung Harapan terendam dengan ketinggian air hingga 3 meter. Jalur Pekanbaru, Riau - Tapanuli Selatan, Sumut pun terputus.
Banjir yang melanda Kabupaten Rokan Hulu dan Kampar di Riau merupakan cerminan kondisi tutupan hutan alam di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) di kedua Kabupaten tersebut telah kritis, meliputi DAS Rokan dan DAS Kampar.