Pungkas Tri Baruno meninggal dalam pendakian Gunung Mckinley di Alaska, AS. Setelah dievakuasi dari ketinggian 17 ribu kaki, jenazahnya siap dipulangkan.
Setelah berhasil diturunkan dari gunung McKinley, jenazah Pungkas Tri Baruna kini disemayamkan di rumah duka di Anchorage, Alaska. Surat-surat untuk pemulangan Pungkas sedang diurus.
Cuaca di puncak McKinley masih buruk. Hingga kini, jenazah Pungkas yang berada di ketinggian 5 ribu meter di atas permukaan laut belum dapat dievakuasi.
Pungkas Tri Baruno memandaki Gunung McKinley menjelang penutupan jalur pendakian pada pertengahan Juli. Saat itu McKinley akan mengalami perubahan cuaca yang ekstrem.
Rekam medis Pungkas Tri Baruno (20) saat cek kesehatan di Indonesia, sudah dikirimkan ke Alaska, Amerika Serikat (AS). Rekam medis itu diharapkan dapat mempercepat proses visum.
Pendaki gunung, utamanya gunung es, harus menghadapi berbagai tantangan datangnya cuaca ekstrem. Cuaca ekstrem itu bisa menimbulkan berbagai keadaan yang mengancam nyawa.
Pungkas Tri Baruno tewas usai mendaki Gunung McKinley di Amerika Utara. 16 tahun lalu Indonesia juga sempat menangis karena kehilangan dua pendaki terbaiknya di Amerika Selatan.