Sebuah studi mengungkap jenis mutasi virus Corona yang paling dominan di seluruh dunia. Jenis ini diyakini meningkatkan risiko terinfeksi lebih dari sekali.
Menristek mengatakan virus Corona di Indonesia berbeda dengan tiga tipe utama di dunia. Lembaga Eijkman menjelaskan perbedaan itu karena virus bermutasi.
Dua proyek penelitian terpisah menunjukkan bahwa coronavirus baru telah beredar di New York kemungkinan berasal dari para pelancong yang datang dari Eropa.
Ilmuwan di India menyebut jenis mutasi virus Corona A2a menjadi yang paling berbahaya di antara strain lainnya. Bahkan ini sudah menyebar di berbagai dunia.