Setelah mengganti identitas perusahaan menjadi Indosat Ooredoo, operator seluler yang 65% kepemilikan sahamnya dikuasai oleh raksasa telekomunikasi asal Qatar itu langsung membidik target jadi operator nomor satu.
Tepat 17 November 2015 kemarin, pemerintah bersama empat operator -- Telkomsel, Indosat, XL dan Tri -- baru merampungkan penataan ulang (refarming) 4G LTE di frekuensi 1.800 MHz. Kini sudah muncul pembahasan soal 5G.
Content is the king! Dengan dibukanya akses mobile broadband seluler seluas-luasnya pasca refarming 4G di 1.800 MHz, maka industri konten akan kembali jadi raja, khususnya layanan berbasis video streaming.
Setelah resmi mengkomersialkan layanan 4G secara nasional, sampai akhir tahun 2015 ini XL menargetkan bakal ada 35 kota di Indonesia yang terselimuti awan 4G. Lantas bagaimana Axis, kapan kebagian 4G?
Bicara 4G artinya bicara koneksi data super cepat. Layaknya operator seluler lain, kecepatan internet juga jadi daya tarik yang ditonjolkan XL Axiata saat menjajakan layanan 4G-nya.
Meski sudah tuntas melakukan refarming frekuensi di 1.800 MHz, namun Telkomsel tak mau buru-buru menggeber komersialisasinya di Jakarta. Anak usaha Telkom itu masih puas dengan kinerja 4G di 900 MHz untuk melayani pelanggan di Ibukota.
Ekspansi jaringan 4G XL Axiata terus digeber. Setelah resmi mengkomersialkan layanan tersebut secara nasional, operator seluler ini menargetkan awan 4G miliknya sudah akan menyelimuti 35 kota sampai tutup tahun ini.
Tuntasnya refarming 4G di 1.800 MHz menjadi momentum bagi Hutchison 3 Indonesia untuk bangkit. Pasalnya, dalam setahun terakhir ini, operator dengan sebutan Tri itu, cuma bisa duduk manis jadi penonton saja.
XL menjadi operator seluler pertama yang mengkomersialisasikan layanan 4G LTE secara nasional. Peresmiannya di Jakarta melengkapi jangkauan 4G XL yang sudah tersebar sebelumnya di beberapa wilayah Indonesia.