Militer Israel terus menggempur Gaza. Seorang warga Palestina penyandang disabilitas beserta istri dan anak perempuannya tewas akibat gempuran Israel di Gaza.
Pasokan kebutuhan pokok warga Palestina terus menipis di tengah serangan dari Israel yang terus memborbardir Gaza. Adapula laporan terjadi krisis pembalut.
Sebuah rumah sakit di Gaza menggunakan truk es krim dari pabrik lokal sebagai kamar mayat darurat untuk melengkapi kamar mayat rumah sakit yang penuh sesak.
Fasilitas pengolahan air limbah tak jalan di tengah kekurangan pasokan bahan bakar, Israel khawatir memicu epidemi, bantuan ke Gaza mulai diizinkan masuk.
Diperkirakan sebanyak 150.000 orang Palestina terpaksa melarikan diri dari Gaza bagian tengah setelah pasukan Israel mendekati kamp-kamp pengungsi di sana.