Ledakan terjadi di sepanjang garis pemisah Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel), melukai seorang perwira militer Korsel yang sedang berpatroli.
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, mengatakan bahwa negara-negara di Timteng tidak akan lagi menjadi perisai bagi pangkalan militer AS.