Kecelakaan maut di Nagreg Sabtu (29/5/2010) yang mengakibatkan 8 orang tewas diduga akibat truk kontainer tidak layak jalan. Sebab, sebelum kecelakaan kontainer beberapa kali mengalami kerusakan.
Polres Bandung telah menetapkan status tersangka kepada sopir truk kontainer berinisial Sw yang menyebabkan 8 orang tewas di tanjakan Nagreg, Kabupaten Bandung, Sabtu (29/5/2010) malam.
Kerabat yang juga ikut pergi ke Garut, namun mengendarai mobil yang berbeda, mengira mobil yang ditumpangi Unang dan 7 korban tewas lainnya lolos dari kecelakaan, sehingga mereka pun meneruskan perjalanan.
Ajeng (14), satu-satunya korban selamat dari kecelakaan maut di Nagreg, yang menimpa keluarga Unang Hidayat, Sabtu (29/5/2010) malam. Dia alami syok, sehingga sempat tak ingin pulang dari Puskesmas Cicalengka.
Sebagai tanda duka atas tewasnya 8 orang warga Kecamatan Lembang dalam kecelakaan tragis di Nagreg, Bupati Bandung Barat Abu Bakar berjanji memberikan santuan.
Saat tiba di rumah duka, delapan korban kecelakaan Nagreg disolatkan dan dimakamkan, Minggu (30/5/2010). Di antara ratusan pelayat yang mengikuti pemakaman, terlihat Bupati Bandung Barat Abu Bakar dan istrinya hadir.
Hari terakhir libur, Minggu (30/5/2010), kemacetan melanda Jalan Nagreg. Kepadatan kendaraan mencapai 3 kilometer, mulai dari Cagak hingga Rumah Makan Mak Ecot.
8 jenazah korban kecelakaan di Nagreg, kemarin, sudah dibawa keluarga dari kamar jenazah RSHS, pukul 09.30 WIB. Para korban yang merupakan satu keluarga langsung dibawa ke rumah duka di Lembang.