Krasznahorkai, penerima ke-122 Nobel Sastra sejak 1901, dikenal lewat novel distopis yang menggambarkan kehidupan pedesaan Hungaria dengan nuansa suram.
Ketika Korut makin mempererat hubungan dengan Cina dan Rusia, dan menjauh dari Korsel, harapan untuk reuni keluarga yang terpisah akibat perang makin menipis.