Dua teroris tewas dalam baku tembak di wilayah Gayatri, Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (24/5) malam. Pagi ini, tim akan kembali menyisir lokasi untuk mencari tahu apakah ada korban lain dalam baku tembak tersebut.
Seorang anggota teroris kembali ditangkap petugas gabungan dari Polda Sulawesi Tengah, Densus 88 Polri dan Satuan Brimob Mabes Polri. Tersangka, Nur Kholid alias Minde ditangkap di Tangeban, Masama, Sulteng.
Pihak kepolisian telah mengantongi identitas kedua teroris yang tewas dalam baku tembak di Poso pada Minggu (24/5) malam. Namun, untuk memastikan, mereka masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Istri dari teroris Daeng Koro membenarkan bahwa pria yang tewas dalam baku tembak antara aparat gabungan Densus 88 dan Polda Sulawesi Tengah, Jumat pekan kemarin, adalah Daeng Koro atau Sabar Subagyo.
Wakapolri Komjen Badrodin Haiti malam ini bertolak ke Palu, Sulawesi Tengah. Kedatangan Komjen Badrodin untuk meninjau kondisi terduga teroris yang di tembak mati oleh Densus 88, setelah kontak tembak Jumat kemarin.
Kontak senjata terjadi di wilayah pegunungan Poso, Sulawesi Tengah, antara kelompok teroris pimpinan Santoso dengan tim Satuan Tugas Antiteror Densus 88. 1 orang terduga teroris dikabarkan tewas.
Dua penyidik Polri yang ditugaskan di KPK kembali ke kesatuan. Belum diketahui pasti alasan kedua penyidik tersebut kembali berdinas di Mabes Polri. Informasi sementara, mereka kembali karena masa tugas yang sudah selesai.
Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Brigjen Idham Azis membenarkan pihaknya melakukan penggeledahan di BPN. Diduga penggeledahan terkait dengan mafia tanah yang pernah buron dan ditangkap Kajati Jabar beberapa waktu lalu.