Ikan sidat asal Indonesia memiliki nilai jual tinggi di pasar ekspor. Ikan yang bentuk fisiknya mirip belut ini laris di pasar Jepang, harganya cukup tinggi.
Sidat atau belut yang populer dengan nama ‘unagi’ di resto Jepang diolah dengan bumbu tradisional Banyuwangi. Demikian juga dengan ikan nila yang dibumbui komplet, gurih pedas menggoyang lidah. Pastinya nasi nambah!
Hampir semua jenis sushi ada di restoran berjaringan global ini. Diracik dengan bahan segar dalam porsi kecil sehingga bisa memuaskan selera. Aneka donburi porsi minipun ada. Doozo!
Diam-diam Banyuwangi menyimpan keindahan panorama sawah yang tak kalah indah dengan di Ubud, Bali. Surga tersembunyi itu bisa dinikmati wisatawan di pusat kuliner Pondok Indah di Desa Paspan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi.
Jangan tertipu ketika melihat 'makanan' ini. Sushi yang mengilap lengkap dengan taburan ikura atau telur ikan salmon di atasnya. Ada juga potongan daging salmon di atas sushi. Semuanya ternyata hanya iPhone case buatan Jepang!
Traveling ke Jepang baru lengkap kalau sudah mencoba wisata kuliner sushi yang asli. Di Kyoto, ada Sushi Musashi yang menawarkan sushi lezat. Sushi diantarkan ke pengunjung dengan rel berjalan, menunggunya bikin penasaran!
Setiap daerah khususnya di Jawa, memiliki keragaman batik tersendiri. Banyuwangi pun punya motif batik gajah oling yang unik dan cantik. Wisatawan bisa mendatangi langsung tempat pengrajin batiknya.
Taman Nasional Alas Purwo di Banyuwangi memiliki banyak fauna menarik selain rusa atau banteng. Di sana ada ikan rawa yang unik karena bisa berjalan di darat.