Polisi sudah memeriksa ayah dan kakak dari pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta. Kepada polisi, ayah pelaku mengaku kaget anaknya terlibat dalam insiden ledakan.
Siswa pelaku peledakan di SMAN 72 Jakarta membeli bahan peledak secara online, berbohong kepada orang tua bahwa paket untuk ekstrakurikuler. 96 korban ledakan.