Presiden Venezuela Nicolas Maduro, pada Sabtu (3/1), menetapkan keadaan darurat atas apa yang disebut sebagai "agresi militer yang sangat serius" oleh AS.
Wapres Delcy Rodriguez mengakui pemerintah Venezuela tidak mengetahui keberadaan Presiden Nicolas Maduro, dan Ibu Negara Cilia Flores, menyusul serangan AS.
Presiden Trump mengumumkan serangan besar AS terhadap Venezuela, mengklaim penangkapan Maduro. Pemerintah Venezuela mengecam tindakan ini sebagai agresi militer
Korea Utara menuduh adanya dugaan pelanggaran oleh sebuah pesawat yang melintas perbatasan wilayah Ganghwa di Korea Selatan ke kota Kaesong di Korea Utara.
Trump mengatakan AS dapat mendukung serangan besar lainnya, terutama oleh Israel, terhadap Iran jika negara itu melanjutkan pengembangan rudal atau nuklir.
Serangan AS terhadap Venezuela dan penangkapan Presiden Maduro memicu reaksi beragam di Amerika Latin, mencerminkan perpecahan politik di kawasan tersebut.