Badan legislatif Korea Utara memilih kembali Kim Jong Un sebagai Presiden. Pemilihan ini dianggap terencana dan memberikan legitimasi politik kepemimpinannya.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengajak putrinya, Kim Ju Ae latihan menembak hingga naik tank. Kim Jong Un disebut ingin memamerkan calon penerusnya.
Korea Utara menetapkan Kim Jong Un kembali sebagai Presiden. Proses pemilihan dinilai telah dirancang untuk legitimasi politik, dengan dukungan suara 99,93%.
Kim Jong Un disebut menunjuk anaknya, Kim Ju Ae, menempati jabatan penting sebagai pejabat badan administrasi rudal. Padahal, umurnya baru 13/14 tahun.
Pemimpin Korut Kim Jong Un melanjutkan kekuasaannya setelah kembali terpilih sebagai pemimpin atau Sekjen Partai Buruh Korea yang berkuasa di negara tersebut.
Pemimpin Korut Kim Jong Un telah menunjuk putri kecilnya yang masih berusia 13 tahun untuk menjadi Direktur Jenderal (Dirjen) rudal negeri komunis itu.