Bertualang ke Ujung Kulon pastinya menghadirkan pengalaman yang tak terlupakan. Dari mulai Tanjung Layar, Pulau Peucang, Karang Pocong, hingga Cidaon semuanya menggoda untuk ditaklukan.
Tiga anak badak jawa baru -- dua jantan dan satu betina-- berhasil tertangkap kamera di Balai Taman Nasional Ujung Kulon dalam periode April hingga Juli 2015.
Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon di Provinsi Banten merupakan habitat badak Jawa atau badak bercula satu yang terancam punah. Hingga saat ini, diyakini sekitar 58 ekor badak menetap di kawasan hutan lindung ini.
Mengenal badak sejak 1975 saat masih kuliah di semester pertama membuat Haerudin R. Sadjudin atau yang akrab di sapa Mang Eeng harus menyelesaikan gelar sarjananya sebelas tahun.
Kepala Unit Perlindungan Badak dan Unit Penegakan Hukum Intelijen Sumatera Selatan Arif Rubianto mengatakan, hukuman bagi pelaku perdagangan cula badak masih ringan, yakni maksimal enam bulan penjara.
“Harganya lebih mahal dari gading gajah. Makanya banyak yang berburu dan kerja sama dengan nyogok duit ke masyarakat yang pernah bekerja di taman nasional.”
Ini kabar baik untuk para traveler yang peduli dengan kelestarian hewan langka. Baru-baru ini, ditemukan jejak segar mirip badak Sumatera di Kalimantan yang sebelumnya diduga telah punah sejak 1990-an.
Ada kabar menggembirakan datang dari Kalimantan Timur (Kaltim). Hewan langka yang disangka punah di daratan Borneo ditemukan jejaknya. Ya, ada jejak segar mirip badak di kelebatan belantara hutan Kaltim.