Sehari setelah penyemprotan oleh petugas dari Dinas Pertanian, ulat yang mengerubuni beberapa rumah di Komplek Setrasari tak terlihat lagi. Namun, warga harus tetap waspada dalam satu bulan ke depan.
Meskipun saat melakukan pembasmian ulat grayak petugas dari Dinas Pertanian Kota Bandung menggunakan pestisida kimia, namun Aan Darmanah, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Dinas Pertanian Kota Bandung menyarankan masyarakat menggunakan pestisida nabati.
Populasi ulat hama grayak yang menyerang beberapa rumah di Jalan Setrasari Kulon Raya Komplek Setrasari dianggap luar biasa. Ternyata banyaknya populasi ulat, karena sedikitnya burung di kawasan tersebut.
Serangan ulat bulu di perumahan elite Komplek Setrasari, baru pertama kali terjadi di Bandung. Bahkan populasi ulat pun dianggap fantastis, karena biasanya serangan ulat hama di sawah pun tak sebanyak itu.
Empat petugas Dinas Pertanian Kota Bandung mendatangi lokasi beberapa rumah yang diserang ulat di Komplek perumahan elite Setrasari. Mereka menyemprotkan pestisida serta menaburkan insektisida pada tanah.
Ulat yang berkerumun di rumah Angi (35), Komplek Setrasari, Jalan Setrasari Kulon Raya, diduga jenis ulat hama grayak. Ulat itu biasanya menyerang tanaman palawija. Saat ini, ulat-ulat tersebut juga telah merusak tanaman di rumah Angi
Ulat bulu berwarna hitam itu masih 'menyerang', meski jumlahnya tak sebanyak pekan lalu. Tim dari Dinas Pertanian Bandung pun tengah mengeceknya dan akan melakukan aksi pada hari ini, Kamis (2/4/2009).
Setelah hampir tiga hari diserang ulat bulu, warga meminta pemilik lahan kosong menebang puluhan Pohon Kaliki yang diduga sebagai sumber malapetaka tersebut. Akhirnya dua orang pesuruh pemilik lahan, mulai menebang pohon.
Saking banyaknya ulat bulu yang menyerang rumah warga, bahkan hingga ke kamar tidur, ada warga yang terpaksa mengungsi ke hotel. Ulat bulu yang jumlahnya ribuan itu telah menyerang perumahan elite, Komplek Setrasari, Bandung.