Negara Mesir sedang gonjang-ganjing. Ratusan ribu rakyat Mesir turun ke jalan menuntut Presiden Hosni Mubarak yang berkuasa selama 30 tahun untuk lengser. Benarkah ada Amerika Serikat (AS) di balik gonjang-ganjing ini?
Sejumlah negara mulai mengevakuasi warga negaranya, termasuk Indonesia. Akibatnya suasana Bandara Kairo kacau. Ribuan orang terjebak untuk menanti penerbangan.
Situasi di Mesir kian tak terkendali. Berbagai negara di seluruh dunia telah mengingatkan warganya untuk tidak pergi ke Mesir. Bahkan banyak negara yang terus mengevakuasi warga dari negeri yang tengah dilanda aksi demo berdarah itu.
Amerika Serikat mulai mengevakuasinya warganya dari Mesir. Tidak adanya hukum, bahkan penjara diserbu membuat pemerintah AS segera mengambil langkah penyelamatan.
Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Scot Marciel memberikan kuliah umum di ITS. Kuliah umum yang diberikan bertema "Mitra dalam Kewirausahaan United States of America and Indonesia Partners in Entrepreneurship".
Duta Besar Irak untuk Indonesia Ismaiel Shaafiq Muhsin bertemu Wakil Presiden Boediono. Dalam pertemuan tersebut, Ismaiel meminta RI segera membuka kembali kantor kedutaan di Baghdad sebab situasi keamanan di sana sudah kondusif.
Masih ingat Presiden SBY sempat masuk nominasi penerima Nobel Perdamaian 2006, yang kemudian dimenangkan Muhammad Yunus dari Bangladesh? Ternyata, adalah pemerintah AS yang menominasikan SBY, bahkan sempat meminta Belanda mendukung dengan surat rekomendasi.
Pendiri situs whistleblower WikiLeaks, Julian Assange rupanya menarik perhatian Hollywood. Kisah hidup pria yang membuat heboh karena membocorkan kawat diplomatik AS ini, akan diadaptasi menjadi sebuah film.
Menkominfo Tifatul Sembiring tidak terlalu menanggapi data WikiLeaks yang menyebut bahwa pemerintah AS berusaha mempengaruhi komunitas social media di Indonesia. Menurut dia, Indonesia adalah negara terbuka.